aplatkaki
Perpustakaan tijani & skiredj --> Tidjani buku dalam bahasa Indonesia--> buku: KHATAMUL AULIYA --> 37
Copyright Cheikh-skiredj.com All Rights Reserved

Penelusuran lanjutan
Buku perpustakaan
Tidjani Buku bahasa asing
Membeli buku
Hakim at-Tirmidzi membagi karamat al-awliya ke dalam dua bagian. Pertama, karamah yang bersifat ma'nawi atau al-karamat al-ma'nawiyyah. Karamah yang pertama merupakan sesuatu yang bertentangan dengan adat kebiasaan secara fisik-inderawi, seperti kemampuan seseorang unrtuk berjalan di atas air atau berjalan di udara. Sedangkan karamah yang kedua merupakan ke-istiqamah-an seorang hamba di dalam menjalin hubungan dengan Allah, baik secara lahiriah maupun secara batiniah yang menyebabkan hijab tersingkap dari kalbunya hingga ia mengenal kekasihnya, serta merasa ketentraman dengan Allah. At-Tirmidzi memaparkan karamah yang kedua sebagai yang berikut:
Kemudian Tuhan memandang wali Allah dengan pandangan rahmat. Maka Tuhan pun dari perbendaharaan rububiyyah menaburkan karamah yang bersifat khusus kepadanya sehingga ia (wali Allah) itu berada pada maqam hakikat kehambaan (al-haqiqah al-ubudiyyah). Kemudian Tuhan pun mendekatkan kepada-Nya, memanggilnya, menghormati dan meninggikannya. Menyayanginya dan menyerunya. Maka wali pun menghampiri Tuhan ketika ia mendengar seru-Nya. Mengokohkan (posisi)-nya dan menguatkannya; memelihara dan menolongnya; sehingga ia meresponi dan menyambut seruan-Nya. Dalam kesunyian ia memanggil-Nya. Setiap saat ia munajat kepada-Nya. Ia pun memanggil kekasihnya. Ia tidak mengenal Tuhan selain Allah.

khatamul-auliya
 


Berikutnya

1•

2• KHATAMUL AULIYA

3•

4•

5•

6•

7•

8•

9•

10•

11•

12•

13•

14•

15•

16•

17• Ragam Para Wali

18•

19• Lahiriyah dan sekaligus Batiniyah

20•

21• Al-Afraad, yaitu Wali yang sangat spesial, di luar pandangan dunia Quthub

22•

23• Bagaimana pandangan Anda mengenai konsep kewalian

24• Dengan adanya tingkatan-tingkatan tadi, apa saja kriterianya sehingga seseorang layak dikategorikan sebagai wali pada tingkatannya yang paling dasar misalnya

25• Sejauh mana kadar iman dan taqwa harus dimiliki sehingga seseorang berhak menyandang derajat kewalian dalam konteks walaayatul-'amah ini

26• Jika demikian, bila konsep kewalian secara umum ini ditonjolkan, mungkin akan berdampak pada pendangkalan makna...

27• Lalu, siapa saja yang sudah tergolong wali dalam pengertian yang khusus ini?

28• Tingkatan berikutnya?

29• Apa perbedaan yang spesifik di antara kedua tingkatan tadi?

30• Lalu tingkatan berikutnya?

31• Ada lagi tingkatan yang lebih tinggi dari yang tadi Anda sebutkan?

32• Lalu apa puncak dari tingkatan kewalian itu?

33• Siapa saja yang berada pada puncak kewalian ini?

34• WALI ALLAH MENURUT HAKIM AT-TIRMIDZI

35•

36•

37•

38•

39•

40•

41•

42•

43•

44•

45•

46•

47• HIERARKI KEWALIAN

48•

49•

50• AL-Quthbi Al-Kamil Khatmu Al-Auliyai Al-Maktum

51•

52•

53•

54•

55•

56•

57•

58•

59•

60•

61•

62•

63•

64•

65• DAFTAR PUSTAKA

66•

   
   
   
   المكتبة السكيرجية التجانية: Bibliotheque tidjani Bookmark and Share
| الواجهة الرئيسية للموقع | version française du site | المكتبة السكيرجية التجانية | اقتناء الكتب | Contact للاتصال | 9 Languages

       أنجز بحمد الله و حسن عونه العميم، و لا حول و لا قوة إلا بالله العلي العظيم، نسأله سبحانه أن يجعل إجازته القبول . و النظر في وجه الرسول. عليه أتم صلاة و سلام. و على آله و أصحابه الكرام. ما بقي للدوام دوام