aplatkaki
Perpustakaan tijani & skiredj --> Tidjani buku dalam bahasa Indonesia--> buku: KHATAMUL AULIYA --> 64
Copyright Cheikh-skiredj.com All Rights Reserved

Penelusuran lanjutan
Buku perpustakaan
Tidjani Buku bahasa asing
Membeli buku
Al-maktum juga merupakan sumber Faidh (cucuran rahmat) yang berupa Imdad (pertolongan) yang dilakukan oleh para qutub untuk seluruh alam semesta. Tanpa disadari karena adanya penghalang/hijab, para qutub telah mengambil perantaraannya dalam memberikan Faidh.Al-maktum memberikan Faidh Hakikatul Muhammadiyah kepada mereka dalam hidupnya. Nisbat para qutub dengan al-maktum adalah seperti nisbat orang umum kepada qutub sendiri. Karena kedudukan al-maktum dalam kegaibannya tidak diketahui oleh seorang pun. Baik di dunia, maupun di akhirat.
Dalam kesempurnaan kedudukannya tidak bisa dibandingkan dengan seluruh kedudukan lainnya. Seperti kedudukan Rasululloh SAW yang mencakup seluruh kedudukan kenabian. Karena tidak ada seorang pun yang mengetahui hakikatul muhammadiyah kecuali Alloh SWT. Demikian pula al-maktum. Dia telah menjadi penolong pada seluruh wali dalam zaman dahulu dan zaman kemudian. Hakikatnya tidak dapat diketahui siapa pun, kecuali Alloh dan Rasululloh SAW.
Syeikh Ahmad bin Muhammad At-Tijani telah meminta kepada Rasululloh SAW untuk mengumpulkan seluruh Kedudukan qutbaniyah dan Fardaniyah. Rasululloh SAW mengabulkan permintaan tersebut dan menjaminnya. Sebagaimana yang disampaikan Abul Mawahib Al-Arabi bin Sa-ih. Kedudukan Fardaniyah merupakan kedudukan para shadiqin dan kenabian (di luar risalah) dan lainnya. Dalam arti dalam dirinya terkumpul segala hal yang telah dikhususkan untuk mereka. Bersamaan dengan itu melebihi mereka dari sisi lainnya. Yaitu dari sisi jami'nya.

khatamul-auliya
 


Berikutnya

1•

2• KHATAMUL AULIYA

3•

4•

5•

6•

7•

8•

9•

10•

11•

12•

13•

14•

15•

16•

17• Ragam Para Wali

18•

19• Lahiriyah dan sekaligus Batiniyah

20•

21• Al-Afraad, yaitu Wali yang sangat spesial, di luar pandangan dunia Quthub

22•

23• Bagaimana pandangan Anda mengenai konsep kewalian

24• Dengan adanya tingkatan-tingkatan tadi, apa saja kriterianya sehingga seseorang layak dikategorikan sebagai wali pada tingkatannya yang paling dasar misalnya

25• Sejauh mana kadar iman dan taqwa harus dimiliki sehingga seseorang berhak menyandang derajat kewalian dalam konteks walaayatul-'amah ini

26• Jika demikian, bila konsep kewalian secara umum ini ditonjolkan, mungkin akan berdampak pada pendangkalan makna...

27• Lalu, siapa saja yang sudah tergolong wali dalam pengertian yang khusus ini?

28• Tingkatan berikutnya?

29• Apa perbedaan yang spesifik di antara kedua tingkatan tadi?

30• Lalu tingkatan berikutnya?

31• Ada lagi tingkatan yang lebih tinggi dari yang tadi Anda sebutkan?

32• Lalu apa puncak dari tingkatan kewalian itu?

33• Siapa saja yang berada pada puncak kewalian ini?

34• WALI ALLAH MENURUT HAKIM AT-TIRMIDZI

35•

36•

37•

38•

39•

40•

41•

42•

43•

44•

45•

46•

47• HIERARKI KEWALIAN

48•

49•

50• AL-Quthbi Al-Kamil Khatmu Al-Auliyai Al-Maktum

51•

52•

53•

54•

55•

56•

57•

58•

59•

60•

61•

62•

63•

64•

65• DAFTAR PUSTAKA

66•

   
   
   
   المكتبة السكيرجية التجانية: Bibliotheque tidjani Bookmark and Share
| الواجهة الرئيسية للموقع | version française du site | المكتبة السكيرجية التجانية | اقتناء الكتب | Contact للاتصال | 9 Languages

       أنجز بحمد الله و حسن عونه العميم، و لا حول و لا قوة إلا بالله العلي العظيم، نسأله سبحانه أن يجعل إجازته القبول . و النظر في وجه الرسول. عليه أتم صلاة و سلام. و على آله و أصحابه الكرام. ما بقي للدوام دوام